More news:
GI dan SUTT 150 kV Kolonedale–Bungku Resmi Dioperasikan
banggainesia.com / Ekonomi

GI dan SUTT 150 kV Kolonedale–Bungku Resmi Dioperasikan

Bupati Morowali: Tonggak Penting Kemandirian Energi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Share :

MOROWALI – Pemerintah Kabupaten Morowali
menyambut baik dan memberikan apresiasi atas keberhasilan pengoperasian
(energize) Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku dan Saluran Udara Tegangan Tinggi
(SUTT) 150 kV Kolonedale–Bungku yang dibangun oleh PT PLN (Persero) Unit Induk
Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi
Selatan.

Bupati Morowali, Drs. Iksan Baharudin
Abdul Rauf, menyampaikan bahwa pengoperasian infrastruktur ini merupakan
capaian monumental dalam mendukung ketahanan energi serta peningkatan pelayanan
kelistrikan di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih dan
apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran PLN atas kesungguhan dan
komitmennya menyelesaikan infrastruktur kelistrikan yang sangat krusial ini.
Dengan pengoperasian GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku, kami optimis
kebutuhan listrik masyarakat dan pelaku industri akan terpenuhi secara andal
dan berkelanjutan,” ujar Iksan, (13/7).

Lebih lanjut, Iksan menambahkan bahwa
kehadiran infrastruktur ini akan menggantikan peran PLTD Bahoruru yang selama
ini menjadi sumber utama listrik, namun berbasis bahan bakar fosil yang mahal
dan tidak ramah lingkungan.

“Kami berharap tidak ada lagi pemadaman di
Morowali, dan aktivitas UMKM serta industri dapat berjalan lancar. Ini juga
menjadi kabar baik bagi para investor yang sebelumnya terkendala suplai
listrik,” tambahnya.

Menurutnya, keandalan listrik yang
meningkat akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Morowali, dengan
target pertumbuhan hingga 12,9 persen sebagaimana tercantum dalam rencana
pembangunan daerah. Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga
keberlangsungan infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun demi
keberlanjutan manfaatnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP
Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyatakan bahwa proses energize GI Bungku dan
SUTT Kolonedale–Bungku merupakan bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan akses
energi andal dan terjangkau di seluruh wilayah Sulawesi, termasuk daerah-daerah
yang sebelumnya masih tergolong tertinggal dalam infrastruktur listrik.

“GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku
menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan Morowali. Dengan
menggantikan PLTD dan menghubungkan sistem isolated Bungku ke sistem
interkoneksi Sulbagsel, keandalan dan efisiensi pasokan listrik meningkat
signifikan,” jelas Wisnu.

Proyek ini melibatkan pembangunan jaringan
transmisi sepanjang 162,5 kilometer sirkit (kms), melintasi dua kabupaten
dengan total 254 tower, serta GI Bungku berkapasitas 30 MVA. Infrastruktur ini
diproyeksikan mampu menyalurkan tambahan beban pelanggan sebesar ±16,8 MW,
menutup defisit pasokan ±5 MW yang selama ini dialami wilayah Bungku. Tidak
hanya itu, kehadiran proyek ini juga menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP)
listrik hingga Rp137 miliar per tahun serta mendukung program dedieselisasi
sebesar ±25 MW. Kualitas tegangan distribusi pun meningkat dari sebelumnya
18,37 kV menjadi 20,3 kV.

 

Wisnu menambahkan bahwa proyek ini juga
menunjukkan komitmen PLN terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan mengoptimalkan daya dari PLTA Poso, sistem kelistrikan Morowali kini
lebih ramah lingkungan dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon. “Kami
bangga proyek ini berhasil diselesaikan di tengah berbagai tantangan teknis dan
non-teknis. Pengoperasian GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku tidak hanya
memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara
untuk menghadirkan harapan baru bagi lebih dari 82 ribu pelanggan di 137 dusun
dan 45 desa di wilayah ULP Bungku,” tutup Wisnu.